Real Madrid Amankan Tiket 16 Besar Setelah Taklukkan Benfica di Santiago Bernabeu
Real Madrid kembali menunjukkan mentalitas juara mereka di panggung tertinggi Eropa. Dalam laga leg kedua play-off fase gugur Liga Champions yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu malam waktu setempat, Los Blancos berhasil menyudahi perlawanan sengit wakil Portugal, Benfica, dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini memastikan langkah anak asuh Carlo Ancelotti menuju babak 16 besar dengan keunggulan agregat yang meyakinkan.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, Real Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Aliran bola yang dimotori oleh Jude Bellingham di lini tengah membuat barisan pertahanan Benfica harus bekerja ekstra keras. Namun, Benfica yang datang dengan ambisi besar tidak tinggal diam dan sempat memberikan ancaman melalui skema serangan balik cepat yang dipimpin oleh Angel Di Maria.
Dominasi Babak Pertama dan Gol Pembuka
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24. Berawal dari penetrasi cepat Vinícius Júnior di sisi kiri lapangan, pemain asal Brasil tersebut melepaskan umpan tarik mendatar yang gagal dihalau dengan sempurna oleh bek Benfica. Bola liar kemudian disambar oleh Rodrygo Goes dengan tendangan keras kaki kanan yang menghujam pojok atas gawang Anatoliy Trubin. Gol tersebut membuat publik Bernabeu bergemuruh dan memberikan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah.
Setelah unggul, Madrid semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola yang dominan membuat Benfica sulit mengembangkan permainan. Meski demikian, disiplinnya lini belakang tim tamu yang digalang oleh Nicolas Otamendi mencegah Madrid untuk menambah keunggulan hingga turun minum. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.
Respon Benfica dan Drama Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pelatih Benfica, Roger Schmidt, melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tenaga baru di sektor sayap. Strategi ini membuahkan hasil pada menit ke-58. Melalui sebuah skema sepak pojok, Fredrik Aursnes berhasil mengirimkan bola matang ke dalam kotak penalti yang kemudian disundul dengan akurat oleh Arthur Cabral. Bola memantul ke tanah sebelum melewati garis gawang Kepa Arrizabalaga, mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Gol penyeimbang tersebut sempat membuat mental pemain Real Madrid goyah. Benfica mendapatkan momentum dan berkali-kali merepotkan pertahanan tuan rumah melalui kecepatan Di Maria. Namun, pengalaman berbicara di kompetisi ini. Carlo Ancelotti merespon dengan memasukkan Luka Modric untuk menstabilkan aliran bola dan mengatur ulang ritme permainan yang sempat hilang.
Gol Kemenangan dan Keajaiban Bernabeu
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang dan berlanjut ke babak tambahan, "DNA Liga Champions" Real Madrid kembali muncul. Pada menit ke-82, Federico Valverde melepaskan umpan terobosan jenius yang membelah pertahanan Benfica. Jude Bellingham yang muncul dari lini kedua berhasil mengontrol bola dengan dada sebelum melepaskan tembakan voli yang tak mampu dibendung Trubin. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Real Madrid.
Di sisa waktu pertandingan, Benfica mencoba menekan habis-habisan untuk mencari gol penyama kedudukan, namun pertahanan Madrid yang dipimpin oleh Antonio Rudiger tampil sangat solid. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap tidak berubah untuk keunggulan tim tuan rumah.
Analisis Taktis dan Pernyataan Pelatih
Secara statistik, Real Madrid unggul dalam penguasaan bola sebesar 58 persen berbanding 42 persen. Los Blancos juga mencatatkan total 15 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Benfica memberikan perlawanan yang sangat terhormat dengan mencatatkan 10 tembakan dan memaksa kiper Madrid melakukan beberapa penyelamatan krusial.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Carlo Ancelotti memuji ketangguhan mental anak asuhnya. "Kami tahu Benfica adalah tim yang sangat terorganisir dan memiliki pemain berkualitas tinggi. Kami sempat menderita setelah mereka menyamakan kedudukan, tetapi di stadion ini, kami selalu percaya hingga detik terakhir. Ini adalah kemenangan yang sangat penting bagi perjalanan kami musim ini," ujar pelatih asal Italia tersebut.
Dengan hasil ini, Real Madrid kini menatap babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu kandidat kuat juara. Sementara bagi Benfica, kekalahan ini mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini, namun performa impresif mereka di Bernabeu patut mendapatkan apresiasi dari para penggemar sepak bola dunia.